Da Girls
Masih teringat-ingat sama 2 cewek imut di ferry kemarin. Dari awal Sy sudah tertarik dengan kehadiran mereka yang datang bersama neneknya. Dengan logat yang aneh dan sedikit mengingatkan sy dengan tante yang di enrekang ditambah omongan gaya sinetron (aku instead of saya) yang cukup menyita perhatianku.
Waktu ferry baru saja berangkat Sy sempat ngajak mereka ngobrol di geladak. Ternyata mereka sangat-sangat ramah. Tapi mungkin karena barusan kenal pembicaraan cuman sekedar tanya jawab saja. Mereka rupanya baru saja liburan di Balikpapan dan tinggalnya di Polewali-Mandar. Pernah tinggal di Balikpapan dan di Kenanga. Dan ternyata mereka berdua sepupuan.
Lepas senja, Sy balik ke kursi. Mereka juga balik ke kursi di sebelah Sy. Ternyata kursi mereka cuman bisa buat 1 orang padahal mereka bertiga. Jadilah Sy nawarin kursiku yang masih lapang. Suasana jadi cair. Cerita pun mulai ke semua arah.. Malam ini mesti panjang pikirku padahal besok masih lebih 300 km lagi bermotor ria menuju kampung. But let’s explore it, mesti asyik nih..
Dan ternyata betul-betul asyik dan seru melihat tingkah polah mereka berdua. Mereka punya permainan yang bisa menentukan sifat seseorang dari nama. Sy kebagian baik hati dan nenek mereka kebagian cerewet hihihi.. Trus ada lagi, dengan tega mereka ngejodohin Sy dengan tantenya di kampung, dan menurut metoda utak-atik nama cocok dengan Sy. Sepertiga dari total pembicaraan berkutat soal bagaimana mempertemukan Sy dengan tantenya. Gigih juga mereka yak.. Meski pada akhirnya harus mentok tanpa solusi karena mereka.. kelaparan! hehehe… terlalu semangat sih.
Dalam hati sih Sy senang banget, diawal perjalanan ini saja Sy sudah terlibat dengan urusan perjodohan. Ehm, mungkin ini tanda-tanda bakal suksesnya mudikku kali ini, yeah.. Semangat semangat semangat..
Setelah Sy traktirin popmie mereka mulai turun spanningnya dan terlihat sering menguap. Tak lama sepi dan cuma terdengar mesin ferry yang ditimpali suara ombak yang pecah di terpa badan ferry.
Besok paginya tanpa gosok gigi apalagi mandi kita mesti berpisah karena ferry sudah merapat di pelabuhan mamuju. Ah berat rasanya mesti berpisah dengan dua bocah cilik nan atraktif ini. Apalagi entah kapan bisa ketemu lagi.
Bye Dilla, bye Almi.. Belajar yang rajin biar sekolahnya sukses.. Perjalananmu masih puanjang sekali jangan sampai ko mentok di kelas 4 dan 5 SD lho!
(rasanya Sy masih dengar mereka bilang, Kakak Adink, hati-hati ki nah..)
April 3rd, 2007 at 10:54 pm
hahahaa…dats funny…
well wish u got all da best bro…
April 3rd, 2007 at 10:55 pm
ups almost 4gat..hati2 ki nah….hahahha…
September 6th, 2007 at 12:20 am
ha ha ha lucuuuuuuu
btw aku ini orang enrekang loh jd tolong jgn menjelek2an orang enrekang ces….
Okey Bozzz
October 16th, 2008 at 2:47 pm
Wah.. ternyata pak adin ini penyayang anak2 ya..
December 25th, 2008 at 11:34 am
Not really funny,
Kami bangga kok jadi org Enrekang…..