Da Girls
October 21st, 2006 by adinkMasih teringat-ingat sama 2 cewek imut di ferry kemarin. Dari awal Sy sudah tertarik dengan kehadiran mereka yang datang bersama neneknya. Dengan logat yang aneh dan sedikit mengingatkan sy dengan tante yang di enrekang ditambah omongan gaya sinetron (aku instead of saya) yang cukup menyita perhatianku.
Waktu ferry baru saja berangkat Sy sempat ngajak mereka ngobrol di geladak. Ternyata mereka sangat-sangat ramah. Tapi mungkin karena barusan kenal pembicaraan cuman sekedar tanya jawab saja. Mereka rupanya baru saja liburan di Balikpapan dan tinggalnya di Polewali-Mandar. Pernah tinggal di Balikpapan dan di Kenanga. Dan ternyata mereka berdua sepupuan.
Lepas senja, Sy balik ke kursi. Mereka juga balik ke kursi di sebelah Sy. Ternyata kursi mereka cuman bisa buat 1 orang padahal mereka bertiga. Jadilah Sy nawarin kursiku yang masih lapang. Suasana jadi cair. Cerita pun mulai ke semua arah.. Malam ini mesti panjang pikirku padahal besok masih lebih 300 km lagi bermotor ria menuju kampung. But let’s explore it, mesti asyik nih..
Dan ternyata betul-betul asyik dan seru melihat tingkah polah mereka berdua. Mereka punya permainan yang bisa menentukan sifat seseorang dari nama. Sy kebagian baik hati dan nenek mereka kebagian cerewet hihihi.. Trus ada lagi, dengan tega mereka ngejodohin Sy dengan tantenya di kampung, dan menurut metoda utak-atik nama cocok dengan Sy. Sepertiga dari total pembicaraan berkutat soal bagaimana mempertemukan Sy dengan tantenya. Gigih juga mereka yak.. Meski pada akhirnya harus mentok tanpa solusi karena mereka.. kelaparan! hehehe… terlalu semangat sih.
Dalam hati sih Sy senang banget, diawal perjalanan ini saja Sy sudah terlibat dengan urusan perjodohan. Ehm, mungkin ini tanda-tanda bakal suksesnya mudikku kali ini, yeah.. Semangat semangat semangat..
Setelah Sy traktirin popmie mereka mulai turun spanningnya dan terlihat sering menguap. Tak lama sepi dan cuma terdengar mesin ferry yang ditimpali suara ombak yang pecah di terpa badan ferry.
Besok paginya tanpa gosok gigi apalagi mandi kita mesti berpisah karena ferry sudah merapat di pelabuhan mamuju. Ah berat rasanya mesti berpisah dengan dua bocah cilik nan atraktif ini. Apalagi entah kapan bisa ketemu lagi.
Bye Dilla, bye Almi.. Belajar yang rajin biar sekolahnya sukses.. Perjalananmu masih puanjang sekali jangan sampai ko mentok di kelas 4 dan 5 SD lho!
(rasanya Sy masih dengar mereka bilang, Kakak Adink, hati-hati ki nah..)